Kick and Rush adalah gaya permainan menyerang yang dulu dipopulerkan oleh Inggris, sebagai salah satu negara legendaris dalam permainan sepak bola.
Dalam deretan sejarah panjang tersebut, Inggris selalu memanfaatkan tipikal para pemainnya dalam merusak pertahanan lawan. Yaitu : Powerful in Attack. Menguasai lini tengah dengan menggunakan 2 center midfileder (CMF). Tanpa deffensife midfielder (DMF) dan Offensive midfielder(OMF).
Formasi yang ideal untuk permainan kick and rush adalah 4-4-2 atau 4-2-2-2. Dengan menggunakan 4 pemain bertahan, 2 gelandang center (CMF), dua pemain winger (side midfielder atau winger forward) dan 2 striker.
Meskipun kelihatan sama, dengan komposisi 2 gelandang center, dan dua winger dalam penerapan di winning eleven's berbeda. Karena formasi 4-2-2-2, dua winger didorong lebih kedepan hingga melewati batas midfielder (LWF atau RWF). Keistimewaannya, dua winger kita akan lebih aktif membantu penyerangan dari pada pertahanan. Tapi kelemahannya dua gelandang center kita cuma tinggal berdua.
Sedangkan dalam menggunakan formasi 4-4-2 lebih seimbang dalam strategi menyerang atau bertahan. karena jarak antara 2 gelandang CMF dengan dua winger (SMF) tidak terlalu jauh, sehingga memungkinkan kita untuk menguasai pola serangan dan bertahan.
FORMASI
GK : Paul Robinsson
RSB : Micah Richards
CB : John Terry
CB : Rio Ferdinand
LSB : Ashley Cole
RMF : Joe Cole
CMF : Steven Gerrard
CMF : Frank Lampard
LMF : Shaun Wright-Phillips
CF : Wayne Rooney
CF : Michael Owen
TIPS :
- Kick and Rush adalah gaya menyerang dengan mengandalkan speed dan power dalam melakukan serangan. Untuk itu, pilihlah pemain-pemain yang mempunyai kecepatan dan body balance yang bagus.
- Umumnya serangan lebih sering dilakukan melalui dua winger. Jadi pilihlah winger yang mempunyai kualitas drible dan passing yang bagus.
- Untuk gaya kick and rush, jangan gunakan DMF dan OMF. Karena fungsi dua gelandang dalam CMF hanya untuk penyeimbang dan suplai bola dari lini belakang kepada dua winger atau langsung ke Striker. Jika memakai DMF, akan mengurangi daya dobrak. sedangkan jika menggunakan OMF, pasti posisinya lebih didepan dari dua winger.
- Dua winger beri panah Attack kedepan dan masuk ke zona penalti lawan, agar pergerakannya lebih bisa melakukan tusukan-tusukan ke gawang, sebelum akhirnya memberi umpan atau ditendang langsung.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar